Kamis, 23 Maret 2017

Ilmu Sosial Dasar



Ilmu Sosial Dasar

Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan, maka lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.

Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, ilmu sosial (social science) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metode kuantitatif, dan kualitatif. Berikut beberapa pengertian ilmu social menurut para ahli :

  1. Peter Herman : ilmu sosial merupakan sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan.
  2. Achmad Sanusi : ilmu sosial teridir dari disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis dan umumnya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi.
  3. Gross : ilmu sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makhluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai bagian dari masyarakat dan kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.
Dari penjelasan di atas, maka ilmu sosial dasar ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam masalah sosial khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat umum dengan memakai berbagai macam pengertian seperti, fakta, konsep dan teori yang berasal dari bermacam-macam bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, misalnya: ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, sejarah dan lain sebagainya.

Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.

Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.

Ilmu sosial dasar memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah ilmu sosial dasar ialah  untuk membantu perkembangan pengetahuan,  pemikiran, dan kepribadian agar memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan memiliki kemampuan untuk bersikap dan bertingkah laku yang baik dengan manusia lain.

Tujuan khusus dari ilmu sosial dasar adalah memahami dan menyadari adanya kenyataan – kenyataan sosial dan masalah – masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Peka terhadap masalah – masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha – usaha menaggulanginya. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mempelajarinya. Memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut adalah
1.      IPS itu bukanlah suatu disiplin ilmu seperti halnya Ilmu Sosial, tetapi IPS lebi tepat dilihat sebagai bidang kajian, yaitu suatu kajian terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.
2.      Pendekattan yang dilakukan dalam IPS menggunakan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin, tidak seperti halnya Ilmu Sosial yang menggunakan pendekatan disiplin ilmu atau monodisiplin.
3.      IPS sengaja dirancang untuk kepentingan kependidikan oleh karena itu keberadaan IPS lebih memfokuskan pada dunia persekolahan, tidak seperti ilmu social keberadaanya bisa di dunia persekolahan, perguruan tinggi atau di pelajari di masyarakat umum sekalipun.
4.      IPS disamping menggunakan Ilmu-ilmu social sebagai bahan pengembangan materi pembelajaran dilengkapi dengan mempertimbangkan aspek psikologis-pedagogis.

Ilmu sosial dasar memang diperlukan untuk membentuk karakter seorang mahasiswa agar menjadi pribadi yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, sosial budaya dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan karakter seperti itu maka mahasiswa dapat lebih halus dan efisien dalam bermasyarakat sebab mengerti bagaimana mereka menempatkan diri di mayarakat dan memahami bahwa setiap hal di dunia ini dapat menjadi sumber ilmu sehingga sebagai orang yang terpelajar tidak mudah untuk meremehkan orang lain serta lebih bijaksana dalam menyelesaikan permasalahan sosial.

Pentingnya Ilmu Sosial Dasar sebagai mata kuliah umum ini tak lain untuk memberikan pemahaman tentang berbagai macam masalah sosial di masyarakat dan bagaimana cara menyelesaikannya, bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan akademik dan keahliannya di lingkup sosial entah itu yang bersifat metodis atau sistematis. Tidak sekedar menyelesaikan tetapi menyelesaikan dengan arif, bijak dan halus agar tidak merugikan orang lain.


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar