Minggu, 29 Oktober 2017

Do Re Mi Fa Sol La Si Do

The Sound of Us

Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman ditahun terakhir saya di SMA. Sudah menjadi hal yang biasa bagi sekolah saya  menuju akhir tahun, kami memiliki tugas akhir. Kali ini saya akan menceritakan menganai pengalaman saya dalam tugas akhir untuk mata pelajaran Seni Budaya. Hari itu hari Kamis, masih sangat membekas dimata saya kala Pak Bacas memberi tugas akhirnya pada kami. Kebetulan juga hari itu bertepatan dengan hari dimana beliau akan mengajar kelas kami. Namun, beliau yang kami tunggu tak kunjung datang. Akhirnya saya dan teman-teman menonton film dilaptop yang kebetulan teman saya bawa. Hal ini juga biasa kami lakukan jika ada guru yang tidak masuk atau jika memang jam kosong. Kami menyebutkan “bioskop ala kami”, memang tak senyaman ketika menonton bioskop di XXI atau 21. Tapi, kebersamaannya mampu mengalahkan nyamannya bioskop di XXI atau 21. Dipertengahan film yang kami sedang tonton beliau pun masuk dan langsung memberikan tugas pada kami. Beliau mengatakan untuk tugas akhir kali ini saya dan teman-teman yang lain harus membentuk kelompok paduan suara. Untuk kali ini beliau membagi kelas kami menjadi 2 kelompok. Kelompok anak laki-laki dan kelompok anak perempuan. Setelah memberikan tugas tersebut serta lagu apa yang harus kami nyanyikan beliau pun langsung keluar. Dan kami pun melanjutkan nonton film bersama kami kembali.

Keesokan harinya setelah jam pulang sekolah kelas kami berdiskusi mengenai tugas akhir yang beliau berikan kemarin. Beruntung ada Indah dikelas kami, Ia kebetulan mengikuti ekstra kulikuler paduan suara dan cukup mampu untuk membantu kami ketika latihan nanti. Hal yang pertama dilakukannya adalah membagi suara. Pembagian suara dalam paduan suara merupakan hal yang penting sehingga nyanyian yang akan dinyanyikan nanti memiliki keindahan harmoni dan melodi. Akhirnya, Ia dengan dibantu beberapa teman saya yang lain yang juga cukup mengerti mengenai paduan suara mulai menentukan pembagian suara yang tepat untuk kami. Untuk tugas kali ini Pak Bacas memberikan waktu hanya 2 bulan lebih cepat daripada tugas akhir kami disemester sebelumnya. Ini menjadi tantangan baru lagi untuk saya karena lagi-lagi saya tidak memiliki dasar menyanyi terlebih lagi paduan suara. Namun, tetap saya akan berusaha dan karena ini adalah tugas akhir saya dan teman-teman yang lain bertekad untuk dapat menampilkan yang terbaik.

Melihat jadwal praktikum dan tugas akhir lain yang mulai menumpuk serta jam pulang sekolah saya yang cukup sore, Indah memustuskan untuk latihan paduan suara hanya dilakukan dua kali dalam satu minggu. Ini agar kami juga dapat beristirahat dan tugas yang lain juga dapat dikerjakan dan tidak terbengkalai. Untuk lagu dan urusan yang lain saya dan kelompok menyerahkan semua pada Indah karena memang dia lebih paham dari pada kami dan kebetulan Ia juga ditunjuk sebagai ketua kelompok oleh Pak Bacas. Setelah lagu ditentukan kemudian pembagian suara juga sudah ditentukan kami pun melakukan latihan. Latihan pertama ternyata tak semudah yang saya banyangkan. Banyak kendala yang terjadi, seperti ada beberapa nada yang false ada juga beberapa lirik yang masih salah dan masih banyak lagi. Namun, saya tetap optimis mampu menampilkan terbaik. Tapi, ternyata kendala tak berhenti disitu sudah hampir dua minggu kami latihan ternyata ada dari kelas lain yang menyanyikan lagu yang sama dengan kami. Dan mau tidak mau kamipun harus mengganti lagu yang kami nyanyikan. Setelah seminggu kejadian tersebut Indah dan dibantu beberapa teman kelompok yang lain akhirnya menemukan lagu baru yang akan kami nyanyikan. Bahkan menurut saya lagu yang baru ini lebih bagus ketimbang lagu yang sebelumnya. Untuk konsep yang baru ini, Indah memustukan untuk menggabungkan beberapa lagu sekaligus atau biasa disebut medley. Akhirnya latihan pun kembali dilanjutkan. Kamipun makin makin semangat untuk latihan setelah mendapatkan konsep baru ini. Awalnya kelompok kami memutuskan untuk menyanyikan secara acapella namun, karena ada teman kelompok saya yang dapat memainkan gitar akhirnya kami memutuskan untuk menyanyi dengan diiringi gitar.

Latihan terus dilakukan dan semakin mendekati hati H kami meningkatkan intensitas waktu latihan kami. Memang melelahkan namun karena saya menikmatinya, rasa lelah itupun tak terasa bagi saya. Hari terus berlalu, nyanyian kami pun semakin baik. Hampir kami lupa untuk kostum yang akan kami gunakan untungnya ada teman kelompok saya yang mengingatkannya. Setelah latihan kami pun membahasnya, setelah berdiskusi cukup lama kami memustuskan untuk kostum yang digunakan kami memilih dua warna, yaitu  hitam dan merah marun sebagai kombinasi warna kostum kami.

Hari yang ditunggu pun tiba saatnya kami menampilkan kelompok paduan suara kami. Suasana kelas saya sangat riuh kala itu. Semua orang sibuk untuk mempersiapkan dirinya masing-masing. Ada yang sibuk merapikan rambutnya, ada yang sibuk merapikan baju yang digunakan, ada juga yang sibuk merias diri masing-masing serta ada pula yang sibuk menghafalkan lirik lagu yang akan dinyanyikan nanti. Dan ternyata kelompok anak laki-laki tak kalah sibuk dengan kami bahkan sepertinya lebih sibuk dari kami. Ketika kami sibuk dengan mempersiapkan diri dan kelompok masing-masing, Pak Bacas memanggil perwakilan masing-masing dari kelompok kami untuk mengambil nomor urutan penampilan kami. Setelah semua siap kami melakukan latihan untuk terakhir kalinya dikelas kami. Kelompok anak perempuan dapat giliran pertama sedangkan anak laki-laki duduk menunggu dibangku masing-masing bergantian memperhatikan nyanyian kami. Sebelum mulai, Indah memimpin briefing untuk kami. Ia memberitahu blocking dan sebagainya pada kami. Setelah semua jelas latihan untuk terakhir kalipun kami lakukan dengan disaksikan kelompok anak laki-laki. Setelah bergantian latihan kami pun menunggu giliran untuk menampilkan paduan suara kami. Giliran pertama untuk kelas saya adalah kelompok anak laki-laki. kami yang kelompok anak perempuan menununggu diluar sambil mempersiapkan diri masing-masing untuk yang terakhir sebelum penampilan kami. Mereka menampilkan padus yang tak kalah bagusnya dengan kami. Saya sendiri merasa bangga ketika melihatnya. Dan akhirnya giliran kelompok saya pun tiba. Perasaan saya saat itu bercampur aduk, ada gugup namun juga senang tapi saya berusaha untuk tenang agar tidak melakukan kesalahan. Karna kesalahan sekecil apapun pada anggota akan mempengaruhi nilai akhir kelompok kami. Alunan gitar mulai terdengan kelompok saya pun siap bernyanyi. Kami pun menyanyi dengan semaksimal mungkin, menunjukan hasil latihan dan kerja keras kami selama ini. Hingga akhirnya lagu selesai dimainkan dan kami pun bergantian keluar. Setelah semua kelompok menampilkan penampilannya, pengumuman untuk nilai pun dibacakan. Hal ini  lebih menengangkan dari saat saya menyanyi tadi. Dan begitu mengejutkannya ketika nilai kelompok kami dibacakan, Pak Bacas mengatakan bahwa nilai kelompok kamilah yang paling mendekati sempurna. Beliau mengatakan menyukai serta memuji penampilan kami. Begitu bahagianya saya mendengarnya, latihan selama ini, kerja keras kami selama ini dan lelahnya kami selama ini terbayar sudah ketika mendengar hasil yang memuaskan tersebut. Untuk ukuran padus amatiran seperti kami, saya cukup bangga karena nyatanya paduan suara kami mampu menampilkan yang terbaik bahkan hingga mendapat nilai terbaik. Kelompok kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Indah yang telah banyak membatu kami dan dengan cukup sabar mengajarkan menyanyi pada kami terutama pada saya yang memang benar-benar tidak tahu menahu mengenai menyanyi dan paduan suara ini. Ini menjadi pengalaman baru lagi bagi saya dan merupakan pengalaman paling berkesan untuk saya yang mungkin tidak dapat saya dapatkan lagi dibangku kuliah nanti. Kebersamaan, tawa dan canda serta riuhnya bersama kalian akan menjadi kenangan manis untuk saya. Terima kasih teman atas kenangan indahnya, saya akan tunggu kenangan manis berikutnya. 

Sumber Inspirasi :
Khalidah :)

Jumat, 20 Oktober 2017

MENOLAK LUPA!

KISAH 3 WANITA TANGGUH

Saya ingin menceritakan pengalaman waktu masa SMA. Sudah menjadi kebiasaan bagi guru seni budaya saya untuk memberikan tugas kelompok menjelang akhir semester. Namun, kali ini tugasnya agak sedikit berbeda. Beliau meminta kami untuk menari tarian tradisional. Untuk tugas semester ini tarian tradisional yang dipilih adalah tari Saman. Tarian tradisional yang merupakan tarian khas dari Provinsi Aceh. Tarian tersebut biasanya ditarikan secara berkelompok. Pembagian kelompok dilakukan oleh guru seni budaya saya, yaitu Pak Bakas. Beliau membagi satu kelas saya menjadi tiga kelompok, yang kemudian masing-masing berjumlah 11 orang. Saat pembagian kelompok tersebut saya mendapat kelompok yang rata-ratanya adalah anak laki-laki. Dalam kelompok tersebut hanya ada 3 anak perempuan, termasuk saya. Bisa dibayangkan bagaimana kami ketiga, perempuan-perumpuan tangguh ini  harus mengajarkan 7 orang laki-laki untuk bisa menari saman. Meskipun pada kenyataannya saya dan 2 teman perempuan saya juga belum dapat menarikan tarian tersebut. Namun, itu tidak membuat kami takut ataupun khawatir. Itu bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk dapat mengajari mereka bagaimana menarikan tarian saman tersebut dengan baik meskipun tidak sebaik penari tradisional yang sudah professional maupun yang telah mengikuti sanggar.

Beruntung, salah satu teman laki-laki yang sekelompok dengan saya memiliki kemampuan yang cukup potensial dalam urusan kesenian tari Saman ini. Namanya adalah Taufik. Dia bisa mempelajari tari saman dari youtube secara otodidak bahkan hingga membuat kombinasi-kombinasi baru dari gerakan tarian yang hanya ia lihat melalui youtube tersebut. Dia juga mengajarkan kami dengan sabar serta tekun. Salah satu keunikan kelompok kami adalah memiliki strategi tersendiri dalam menghafal gerakan tari Saman. Taufik akan belajar dan membuat variasi gerakan tari Saman dengan menonton video-video dari youtube. Setelah itu, dia akan mengajarkannya kepada kami, 3 perempuan tangguh (Khalidah, Iyya, dan saya sendiri, Rani). Setelah kami berempat telah benar-benar menguasai gerakan tari Saman tersebut, barulah kami mengajarkannya ke 7 anak laki-laki lainnya. Dalam mengajarkan gerakan tersebut kami membuat suatu sistem pengajaran tersendiri. Dimana masing-masing dari 3 perempuan akan mengajarkan 2 orang laki-laki. Untuk Taufik hanya akan mengajarkan 1 orang lelaki saja, yaitu Nando. Khalidah mengajari Gugun dan Vincent. Iyya mengajari Hilman dan Baber. Saya sendiri mengajari Alfian dan Aria. Ini juga merupakan keunikan selanjutnya dari kelompok kami dan memberi kesan tersendiri bagi kami terutama bagi saya yang bertindak sebagai yang mengajari tarian tersebut untuk dapat bersabar dalam mengajari anak laki-laki ini agar dapat menarikannya dengan baik tanpa terlihat kaku. Jujur ini agak sulit untuk saya karena memang saya sendiri juga baru mempelajari hal ini. Ditambah dengan harus berhadapan dengan anak lelaki yang kadang pun memiliki kesulitan tersendiri dalam menghadapinya. Intinya adalah mengajari mereka menari saman lebih sulit dibanding ketika saya harus  memahami rumus fisika.

Untuk tugas ini waktu yang diberikan oleh guru saya adalah sekitar 3 bulan hingga akhirnya kami harus mempresentasikan hasil tarian kami. Kelompok saya sempat mengalami beberapa kendala dalam hal gerakan, kekompakkan, serta kerja sama. Namun, kami dapat melewatinya. Tidak hanya gerakan yang menjadi fokus utama kami. Kostum tarian yang akan dikenakan pun tak luput dari pemikiran kami. Untuk kostum yang akan kami kenakan, kami memilih 3 warna baju yang terdiri dari ungu, putih dan biru. Pemakaian baju setiap anggota disesuaikan dengan posisi saat melakukan tarian. Ketika waktu presentasi semakin dekat, kelompok saya semakin giat dalam latihan dan mengingat serta mengkompakkan gerakan antara satu sama lain, hingga akhirnya hari pementasan pun tiba. Awalnya guru kami mengatakan bahwa pementasan tarian akan dilakukan di lapangan basket sekolah kami. Namun, karena mempertimbangkan beberapa faktor, maka presentasi dilakukan di dalam kelas. Pengalaman selanjutnya adalah ketika kami harus menggunakan kostum tarian Saman tersebut. Karena hampir semua anggota kelompok saya adalah laki-laki maka kami yang perempuan harus membantu mereka dalam menggunakan kostum tersebut. Bukan hal yang mudah juga dalam menggunakan kostum tarian saman tersebut. Karena ternyata kostum tersebut memiliki atribut pakaian yang cukup beragam dan agak sulit untuk dipasangkan. Cukup banyak kejadian lucu yang saya ingat ketika saya membantu teman laki-laki saya dalam menggunakan pakaian tersebut. Salah satunya adalah  ketika semua atribut sudah terpasang, tiba-tiba kain songket salah satu teman laki-laki saya terlepas padahal waktu untuk kami mempresentasikan tarian kami hampir tiba. Kejadian itu sungguh diluar dugaan dan membuat anggota sekelompok saya benar-benar panik. Ada yang membantu untuk menyematkan peniti ada yang membantu untuk memegangi kainnya dan banyak lagi. Hingga jika diingat hampir semua anggota saya ikut andil dalam hal tersebut padahal jika dipikir-pikir hanya satu orang yang kain songketnya terlepas namun heboh satu kelompok. Terkadang ketika mengingatnya saya dan teman saya yang lain menertawai kehebohan kami waktu itu.


Kami mempertunjukan tarian Saman selama kurang lebih 13 menit. Ada beberapa kendala yang terjadi saat perform, tetapi kelompok kami tetap senang karena telah menyelesaikan tugas dengan latihan yang sungguh-sungguh. Hal itu sungguh memiliki cerita tersendiri bagi saya. Bukan hanya sekedar cerita melainkan juga mengajarkan saya banyak hal seperti saya yang dituntut harus bersabar dalam melatih teman-teman saya yang lain, saya juga dilatih konsentrasi selain itu juga dilatih untuk dapat menikmati tarian tersebut agar gerakan yang dipertontonkan tidak terlihat kaku. Serta belajar untuk bekerja sama sehingga menimbulkan gerakan tarian yang memiliki keselarasan gerakan dan harmoni. Saya amat berterima kasih kepada kelompok saman saya karena telah memberikan pengalaman baru untuk saya. Ini menjadi sebuah kisah klasik yang tidak akan saya lupakan. Pengalaman masa SMA yang sangat berkesan bagi saya. Terima kasih kawan atas kenangan manis mu. Aku tunggu kenangan manis lainnya dimasa mendatang. 

Sumber Inspirasi :
Khalidah & Iyya ;)

Jumat, 13 Oktober 2017

Review Drama Korea Descendants Of The Sun

REVIEW DRAMA KOREA DESCENDANTS OF THE SUN



Profile
Drama                          : Descendants of the Sun
Hangul                         : 태양의 후예
Director                       : Lee Eung-Bok, Baek Sang-Hoon
Writer                          : Kim Eun-Sook, Kim Won-Suk
Network                      : KBS2
Episodes                      : 16
Release Date               : February 24 - April 14, 2016
Runtime                      : Weds. & Thurs. 22:00
Genre                          : Romance, Drama, Action
Language                    : Korean
Country                       : South Korea

Cast
Song Joong-Ki            : Yoo Shi-Jin
Song Hye-Kyo            : Kang Mo-Yeon
Jin Goo                        : Seo Dae-Young
Kim Ji-Won                 : Yoon Myeong-Joo

Synopsis
Yoo Shi-Jin (Song Joong-Ki) adalah kapten dari tim pasukan khusus. Dia menangkap seorang pencuri sepeda motor bersama Sersan Mayor Seo Dae-Young (Jin Goo). Sang pencuri terluka saat penangkapannya dan dia dikirim ke rumah sakit. Seo Dae-Young menyadari bahwa telepon genggamnya telah dicuri oleh sang pencuri dan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan kembali telepon genggamnya.

Di ruang gawat darurat, Yoo Shi-Jin bertemu dengan Dr. Kang Mo-Yeon (Song Hye-Kyo) untuk pertama kalinya. Seketika Yoo Shi-Jin langsung jatuh cinta kepada Kang Mo-Yeon. Kang Mo-Yeon keliru dan menganggap Yoo Shi-Jin adalah bagian dari geng krimal pencuri. Yoo Shi-Jin membuktikan identitas dirinya sebagai seorang tentara kepada Kang Mo-Yeon dengan bantuan dari dokter tentara Yoon Myeong-Joo (Kim Ji-Won).

Yoo Shi-Jin dan Kang Mo-Yeon mulai berkencan, tetapi karena pekerjaan mereka kencan mereka tidak berjalan dengan baik. Yoo Shi-Jin mengambil perintah untuk memimpin tentaranya dalam misi penjaga perdamaian ke negara Uruk. Sementara itu, Kang Mo-Yeon menjadi kesal karena dia gagal menjadi profesor karena latar belakang kolega yang istimewa. Ketika Yoo Shi-Jin dan Kang Mo-Yeon bertemu lagi, mereka membicarakan pandangan mereka tentang kehidupan dan menyadari betapa berbedanya mereka. Yoo Shi-Jin, sebagai seorang tentara tentara, membunuh untuk melindungi kehidupan dan Kang Mo-Yeon, sebagai seorang dokter, mencoba menyelamatkan semua nyawa. Mereka mengucapkan selamat tinggal untuk hubungan mereka.

Review
Drama ini mengangkat kisah cinta yang tidak biasa antara seorang tentara yang menjabat sebagai ketua pasukkan khusus dengan seorang dokter. Kisah mereka diawali dengan Yoo Shi-Jin yang datang ke rumah sakit bersama Seo Dae-Young untuk mengambil telepon genggamnya dari seorang pencuri sepeda motor. Ketika Yoo Shi-Jin berusaha untuk menelepon telepon genggam milik Seo Dae-Young ternyata yang mengangkat panggilan tersebut adalah Kang Mo-Yeon. Kang Mo-Yeon yang tidak percaya dengan pernyataan Yoo Shi-Jin bahwa telepon genggam tersebut adalah milik Seo Dae-Young menganngap bahwa mereka berdua adalah orang yang ingin mengirim pasiennya ke kamar mayat. Akhirnya, Yoo Shi-Jin meminta tolong kepada seorang dokter tentara, yaitu Yoon Myeong-Ju untuk membuktikan identitasnya.


Yoo Shi-Jin yang jatuh cinta kepada Kang Mo-Yeon saat pertama bertemu mulai melakukan pendekatan dan akhirnya mereka menjalin hubungan. Tetapi, hubungan mereka tidak berjalan dengan baik karena pekerjaan yang dilakukan oleh keduanya dan pandangan yang berbeda antara mereka. Setelah delapan bulan lamanya, Kang Mo-Yeon diberikan tugas sebagai ketua dari tim medis dan dikirim ke Uruk yang merupakan tempat Yoo Shi-Jin melaksanakan tugas penjaga perdamaian. Awalnya, Yoo Shi-Jin tidak percaya bahwa Kang Mo-Yeo terdaftar sebagai salah satu dari tim medis yang akan datang ke Uruk. Dilain sisi, Kang Mo-Yeon tidak mengetahui bahwa Yoo Shi-Jin sedang melaksanakan tugas ditempat yang sama. Yoo Shi-Jin mulai melakukan pendekatan lagi ke Kang Mo-Yeon dengan harapan mereka dapat bersama lagi. Seiring berjalannya waktu, Kang Mo-Yeon dan Yoo Shi-jin kembali bersama lagi. Namun, berseminya kembali hubungan mereka diiringi oleh banyaknya rintangan yang hadir didepan mereka.


“Kapal ini sudah terkena sihir. Sesuatu yang terkena sihir
akan berakhir menjadi sesuatu yang indah.” –Yoo Shi Jin-
(Episode 3)

Drama ini juga menceritakan kisah cinta antara Sersan Mayor Seo Dae-Young dengan dokter tentara Yoon Myeong-Ju. Kisah cinta mereka merupakan salah satu kisah cinta tersedih yang ada di dalam drama. Kisah Seo Dae-Young yang ditinggal menikah oleh kekasihnya yang dulu tersebar di antara anggota tentara. Yoon Myeong-Ju yang merasa tertarik dengan Seo Dae-Young lalu membantunya untuk balas dendam kepada mantan kekasihnya dengan berpura-pura sebagai kekasih baru Seo Dae-Young. Setelah kejadian itu, hubungan mereka menjadi lebih seirus. Namun, hubungan mereka tidak direstui oleh ayah Yoon Myeong-Ju yang merupakan Letnan Jenderal karena ia tidak ingin Yoon Myeong-Ju memiliki hubungan dengan seseorang yang memiliki pangkat dibawah anaknya. Hubungan mereka berakhir karena perintah dari ayah Yoon Myeong-Ju yang memanfaatkan pangkatnya. Namun, Seo Dae-Young dan Yoon Myeong-Ju tetap memiliki perasaan terhadap satu sama lain dan berusaha untuk berhubungan kembali walau harus melarang perintah yang diberikan.


“Kau hanya pergi liburan kan? Minta aku untuk menunggumu.
Katakan, bahwa kau akan kembali lagi.” –Yoon Myeong Ju-
(Episode 4)

Salah satu hal yang menarik dari drama ini adalah lokasi syuting yang dilakukan diluar negeri, yaitu Yunani. Adegan ketika Yoo Shi-Jin dan Kang Mo-Yeon pergi melihat kapal karam di pantai terpencil dilakukan di Zakynthos, Yunani. Setelah penayangan drama ini, lokasi kapal karam tersebut menjadi terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancan negara. Drama ini merupakan projek kemunculan kembali Song Joong-Ki setelah dua tahun tidak beraktifitas dalam dunia akting karena harus melaksanakan wajib militer. Awalnya penulis drama ini tidak memasukkan nama Song Joong-Ki ke dalam daftar nama-nama calon pemeran lelaki utama. Namun, setelah ditolak oleh beberapa aktor ternama Korea Selatan akhirnya peran tersebut jatuh pada Song Joong-Ki. Drama ini menjadi hot topic di Korea Selatan yang dapat dilihat dengan episode rating dari drama ini yang menembus angka diatas 20% pada penayang episode ke 3 dan semakin menaik sampai berakhirnya drama ini.


“Aku berharap kau tidak terluka. Aku menyesalinya terus menerus, pergi tanpa melihat
wajahmu hari itu. Aku tidak bisa ada disisimu, jadi berhati-hatilah.” –Yoo Shi Jin-
(Episode 7)

Dengan sudah berakhirnya drama ini, saya memberikan rating 8/10 karena kisah cinta antara tentara dan dokter yang tidak pernah diangkat menjadi suatu drama, OST yang bagus, pelajaran yang ada di dalam drama dan penyampaian para pemain yang membuat emosi penonton semakin maksimal. Drama ini juga menjadi jembatan penghubung untuk hubungan yang sebenarnya (di dunia nyata) antara Song Joong-Ki dengan Song Hye-kyo yang akan menikah tahun ini *congratulation*.
Beberapa kutipan dari drama Descendants of the Sun yang terkenal :


“Yoo Shi Jin : Dokter biasanya tak punya pacar. Karena mereka terlalu sibuk.
Kang Mo Yeon : Tentara biasanya tak punya pacar. Karena mereka selalu berperang.”
(Episode 1)


“Dan ini adalah saat yang paling menyenangkan dalam hidupku.
Aku duduk bersama wanita cantik saat lampu itu akan dipadamkan.” –Yoo Shi Jin-
(Episode 2)


“Lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku minta maaf atau
mengakui perasaanku padamu?” –Yoo Shi Jin-
(Episode 5)


“Aku sangat merindukanmu. Apapun yang aku lakukan, aku selalu saja memikirkanmu. Aku memaksa diriku, aku berusaha keras. Aku mencoba segalanya. Tapi, percuma karena aku masih merindukanmu.” –Yoo Shi Jin-
(Episode 7)


“Jika aku tahu aku akan mati seperti ini, harusnya aku memberitahumu perasaanku yang sebenarnya.” –Kang Mo Yeon-
(Episode 8)

Trailer



Semoga dengan review drama Descendants Of The Sun ini dapat mempengaruhi pembaca agar segera menonton drama ini.
Terima Kasih


Daftar Pustaka

https://www.youtube.com/watch?v=N09SIU1SUJI

Rabu, 11 Oktober 2017

Review Drama Korea Goblin

REVIEW DRAMA KOREA GOBLIN



Profile
Drama                         : Goblin
Hangul                        : 도깨비
Director                       : Lee Eung-Bok
Writer                          : Kim Eun-Sook
Network                      : tvN
Episodes                     : 16
Release Date               : December 2, 2016 - January 21, 2017
Runtime                      : Fri & Sat 20:00
Genre                          : Fantasy/ Romance
Language                    : Korea
Country                       : South Korea

Cast
Gong Yoo                   : Kim Shin
Kim Go-Eun              : Ji Eun-Tak
Lee Dong Wook         : Grim Reaper/ Wang Yeo
Yoo In-Na                  : Sunny
Yook Sung-Jae           : Yoo Duk-Hwa


Sinopsis
Saat di zaman kerajaan, Kim Shin (Gong Yoo) adalah seorang jenderal yang tidak terkalahkan di dalam peperangan, tetapi raja yang saat itu masih belia (Kim Min Jae) cemburu terhadap Kim Shin dan membunuhnya. Kim Shin berubah menjadi Goblin (makhluk mitologi yang sering muncul dalam dongeng di Korea Selatan), dan menjalani hidup yang abadi. Awalnya dia berfikir bahwa dia diberkati, tetapi dia menyadari bahwa dia sebenarnya dikutuk.

Seiring berjalannya zaman, Kim Shin harus menunggu selama 900 tahun untuk menemukan pengantin wanitanya, sehingga dia dapat mengakhiri kehidupan abadinya. Suatu malam, dia menolong seorang wanita hamil yang hampir meninggal (Park Hee-Von) yang ditakdirkan untuk meninggal. Tetapi, Malaikat Maut (Lee Dong-Wook) tidak dapat menemukan tubuh dari wanita hamil tersebut. Wanita tersebut melahirkan seoranng bayi perempuan bernama Ji Eun-Tak (Kim Go-Eun). Sembilan tahun kemudian, Ji Eun-Tak hidup bersama ibunya dan dia dapat melihat makhluk halus. Suatu malam, ibunya tiba-tiba meninggal, dan pada malam itu dia bertemu dengan Malaikat Maut.

Pada zaman sekarang, Ji Eun-Tak adalah seorang siswi SMA. Dia masih bisa melihat makhluk halus dan sering mendengar bisikan para makhluk halus yang berkata “Pengantin Wanita Goblin”. Dia sekarang tinggal dengan keluarga bibinya, tetapi dia dianiaya oleh mereka. Saat ulang tahunnya, Ji Eun-Tak duduk di pinggir pantai dengan sebuah kue ulang tahun dan lilin yang menyala. Saat Ji Eun-Tak meniup lilin tersebut, Kim Shin tiba-tiba muncul di depan hadapannya. Kim Shin tidak tahu bagaimana caranya dia dapat sampai disana, tetapi dia dapat mendengar suara dan muncul di depan hadapan Ji Eun-Tak tanpa kehendak dari dirinya. Secara kebetulan, Kim Shin tinggal bersama dengan Malaikat Maut di dalam satu rumah.
Suatu hari, Ji Eun-Tak memberitahukan Kim Shin bahwa dia adalah Goblin dan Ji Eun-Tak adalah pengantin wanita Goblin. 

Review
Drama Goblin ini memiliki alur yang dibilang cukup unik. Cerita dalam drama ini diawali dengan masa kerajaan, dimana Kim Shin sebagai seorang jenderal diperintahkan oleh Raja Goryeo saat itu yang masih sangat belia untuk bertempur di medan perang. Karena kehebatan dan kegagahan Kim Shin membuat sang Raja merasa iri dan menganggap posisinya terancam. Akhirnya, sang Raja memerintahkan bawahannya untuk membunuh Kim Shin dan semua keluarga serta kerabatnya, termasuk adik Kim Shin yaitu Kim Sun yang merupakan istri dari sang Raja. Kim Shin dibunuh dengan pedang yang digunakannya saat di medan perang dan kemudian tubuhnya tidak dimakamkan dengan maksud agar tubuhnya dijadikan sebagai makanan untuk hewan-hewan.


Namun, dewa berkehendak lain dan menunjukkan kuasanya, Dewa berkata pada Kim Shin “Jiwa rakyatmu telah menyelamatkanmu, namun darah ribuan orang ada di pedangmu, darah musuhmu yang juga keturunan dewa. Kau harus hidup abadi dan menyaksikan kematian orang yang kaukasihi, kau tidak akan pernah bisa melupakan satu kematian pun. Inilah hadiah yang kuberikan padamu dan hukuman yang harus kau terima”. Kim Shin hidup kembali sebagai Goblin. Goblin di drama ini merupakan makhluk supranatural dia adalah air, api, angin, terang dan gelap yang terbentuk ketika suatu keinginan kuat berdiam dalam berbagai hal yang disentuh oleh jiwa yang fana. Untuk mengakhiri keabadiannya, Kim Shin harus mencari pengantinnya. “Hanya pengantin sang Goblin yang bisa menghunus pedangnya. Saat pedang terhunus, semua berubah menjadi debu dan kedamaian akan terwujud.” Sang Goblin memiliki kisah cinta yang sangat menyedihkan, dimana dia harus menemukan pengantin wanitanya hanya untuk dibunuh dan mengakhiri kehidupan abadinya. Setelah 900 tahun lamanya, Goblin yang sedang berbaik hati menolong seorang wanita hamil yang menjadi korban tabrak lari. Seiring berjalannya waktu, ternyata anak dari wanita tersebut tumbuh menjadi gadis yang memiliki takdir sebagai pengantin wanita Goblin.


“Ji Eun-Tak : apa arti dari bunga soba ?
Goblin : Kekasih”
(Episode 1)

Selain meneritakan kisah cinta antara Goblin dan Ji Eun-Tak, drama ini juga menceritakan kisah cinta antara Malaikat Maut dengan Sunny yang merupakan reinkarnasi dari Kim Sun. Saat Malaikat Maut pertama kali melihat wajah Sunny, dia merasakan sakit yang sangat luar biasa sehingga membuatnya menangis di hadapan Sunny. Namun, Sunny tidak mengetahui bahwa lelaki yang menangis di hadapannya saat pertama kali bertemu tersebut adalah seorang Malaikat Maut. Malaikat-malaikat Maut yang berkeliaran di dunia manusia tidak memiliki ingatan tentang masa lalu mereka, karena saat menjalani hidup di masa lalu mereka telah melakukan dosa yang sangat besar. Hubungan antara manusia dengan Malaikat Maut adalah suatu hal yang ditentang.


“Aku meneteskan air mata saat bertemu dengan seorang wanita
yang belum pernah aku temui sebelumnya” –Malaikat Maut-
(Episode 3)

Drama Goblin ini menggebrak industri drama Korea Selatan dan dunia karena ceritanya yang fresh dan chemistry antar para pemain yang membuat para penonton merasa penasaran dan bersemangat saat menontonnya. Drama ini juga merupakan comeback dari Gong Yoo (Kim Shin) yang selama 5 tahun tidak bermain drama. Salah satu hal yang menarik juga adalah pemilihan kata-kata dari sang penulis yang membuat hati para penonton tersentuh olehnya sehingga membuat kutipan-kutipan dari kalimat tersebut menjadi terkenal. Penulisan drama yang menarik juga didukung dengan pengarahan dalam pembuatan drama yang sangat baik dimana efek CG banyak digunakan untuk memaksimalkan pembuatan drama ini. pedang yang tertancap di dada Goblin merupakan salah satu kecanggihan dari efek CG yang digunakan oleh tim produksi.


“Ji Eun-Tak : Aku bisa melihatnya sejak pertama kali aku bertemu dengan mu.
Lalu apa aku sekarang karena dapat melihat itu?
Apa aku masih belum manjadi pengantin wanita Goblin?
Goblin : Aku pikir kaulah orangnya.”
(Episode 4)

Dengan sudah berakhirnya drama ini, saya memberikan rating 8/10 karena cerita yang diangkat dalam drama ini sangat tidak biasa, para pemain yang mampu mengekspresikan setiap detail dari adegan, OST yang sangat bagus, dan cerita yang memberikan banyak pelajaran moral didalamnya.

Beberapa kutipan dari drama Goblin yang terkenal :


“Jika kau menangkap satu daun maple yang gugur,
kau akan jatuh cinta pada seseorang yang tengah berjalan bersamamu.” –Ji Eun Tak-
(Episode 2)


“Kapanpun hujan turun, sepertinya kau akan merasa sedih mulai sekarang.
Aku tidak punya seseorang untuk bersandar. Aku harus mencemaskan mu juga.” –Ji Eun Tak-
(Episode 3)


“Goblin : Bahkan kesedihan terdalam tidak bisa bertahan seribu tahun.
Dan bahkan cinta yang paling mendalam tidak bisa bertahan seribu tahun.
Ji Eun-Tak : Aku memilih untuk tidak setuju
Goblin : Yang mana? Kesedihan atau cinta?
Ji Eun-Tak : Cinta yang sedih.”
 (Episode 4)


“Massanya tidak proporsional dengan volumenya. Seorang gadis yang semungil violet. Seorang gadis yang bergerak-gerak seperti sehelai kelopak bunga, menarikku ke arahnya dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya. Saat itu, seperti apelnya newton, aku bergerak ke arahnya tanpa bisa berhenti sampai aku jatuh kepelukkannya dengan hati berdebar. Dengan hati berdebar. Hatiku terus berdegub antara langit dan bumi. Itu adalah cinta pertamaku.” –Goblin-
(Episode 5)


“Setiap momen yang kulewatkan bersamamu sangat bersinar.
Saat cuacanya bagus, ketika cuacanya buruk, juga kala cuacanya biasa saja,
aku menyukai semua momen itu. Juga, tidak peduli apapun yang terjadi itu bukan kesalahanmu.” –Goblin- 
(Episode 6)

Trailer



Semoga dengan review drama Goblin ini dapat meningkatkan keinginan para pembaca untuk menonton drama ini.
Terima Kasih 


Daftar Pustaka