The Sound of Us
Kali
ini saya akan bercerita mengenai pengalaman ditahun terakhir saya di SMA. Sudah
menjadi hal yang biasa bagi sekolah saya
menuju akhir tahun, kami memiliki tugas akhir. Kali ini saya akan
menceritakan menganai pengalaman saya dalam tugas akhir untuk mata pelajaran
Seni Budaya. Hari itu hari Kamis, masih sangat membekas dimata saya kala Pak
Bacas memberi tugas akhirnya pada kami. Kebetulan juga hari itu bertepatan
dengan hari dimana beliau akan mengajar kelas kami. Namun, beliau yang kami tunggu
tak kunjung datang. Akhirnya saya dan teman-teman menonton film dilaptop yang
kebetulan teman saya bawa. Hal ini juga biasa kami lakukan jika ada guru yang
tidak masuk atau jika memang jam kosong. Kami menyebutkan “bioskop ala kami”,
memang tak senyaman ketika menonton bioskop di XXI atau 21. Tapi,
kebersamaannya mampu mengalahkan nyamannya bioskop di XXI atau 21.
Dipertengahan film yang kami sedang tonton beliau pun masuk dan langsung
memberikan tugas pada kami. Beliau mengatakan untuk tugas akhir kali ini saya
dan teman-teman yang lain harus membentuk kelompok paduan suara. Untuk kali ini
beliau membagi kelas kami menjadi 2 kelompok. Kelompok anak laki-laki dan
kelompok anak perempuan. Setelah memberikan tugas tersebut serta lagu apa yang
harus kami nyanyikan beliau pun langsung keluar. Dan kami pun melanjutkan
nonton film bersama kami kembali.
Keesokan
harinya setelah jam pulang sekolah kelas kami berdiskusi mengenai tugas akhir
yang beliau berikan kemarin. Beruntung ada Indah dikelas kami, Ia kebetulan
mengikuti ekstra kulikuler paduan suara dan cukup mampu untuk membantu kami
ketika latihan nanti. Hal yang pertama dilakukannya adalah membagi suara.
Pembagian suara dalam paduan suara merupakan hal yang penting sehingga nyanyian
yang akan dinyanyikan nanti memiliki keindahan harmoni dan melodi. Akhirnya, Ia
dengan dibantu beberapa teman saya yang lain yang juga cukup mengerti mengenai
paduan suara mulai menentukan pembagian suara yang tepat untuk kami. Untuk
tugas kali ini Pak Bacas memberikan waktu hanya 2 bulan lebih cepat daripada
tugas akhir kami disemester sebelumnya. Ini menjadi tantangan baru lagi untuk
saya karena lagi-lagi saya tidak memiliki dasar menyanyi terlebih lagi paduan
suara. Namun, tetap saya akan berusaha dan karena ini adalah tugas akhir saya
dan teman-teman yang lain bertekad untuk dapat menampilkan yang terbaik.
Melihat jadwal praktikum dan tugas akhir lain yang mulai
menumpuk serta jam pulang sekolah saya yang cukup sore, Indah memustuskan untuk
latihan paduan suara hanya dilakukan dua kali dalam satu minggu. Ini agar kami
juga dapat beristirahat dan tugas yang lain juga dapat dikerjakan dan tidak
terbengkalai. Untuk lagu dan urusan yang lain saya dan kelompok menyerahkan
semua pada Indah karena memang dia lebih paham dari pada kami dan kebetulan Ia
juga ditunjuk sebagai ketua kelompok oleh Pak Bacas. Setelah lagu ditentukan
kemudian pembagian suara juga sudah ditentukan kami pun melakukan latihan.
Latihan pertama ternyata tak semudah yang saya banyangkan. Banyak kendala yang
terjadi, seperti ada beberapa nada yang false ada juga beberapa lirik yang
masih salah dan masih banyak lagi. Namun, saya tetap optimis mampu menampilkan
terbaik. Tapi, ternyata kendala tak berhenti disitu sudah hampir dua minggu
kami latihan ternyata ada dari kelas lain yang menyanyikan lagu yang sama
dengan kami. Dan mau tidak mau kamipun harus mengganti lagu yang kami
nyanyikan. Setelah seminggu kejadian tersebut Indah dan dibantu beberapa teman
kelompok yang lain akhirnya menemukan lagu baru yang akan kami nyanyikan.
Bahkan menurut saya lagu yang baru ini lebih bagus ketimbang lagu yang
sebelumnya. Untuk konsep yang baru ini, Indah memustukan untuk menggabungkan
beberapa lagu sekaligus atau biasa disebut medley. Akhirnya latihan pun kembali
dilanjutkan. Kamipun makin makin semangat untuk latihan setelah mendapatkan
konsep baru ini. Awalnya kelompok kami memutuskan untuk menyanyikan secara
acapella namun, karena ada teman kelompok saya yang dapat memainkan gitar
akhirnya kami memutuskan untuk menyanyi dengan diiringi gitar.
Latihan terus dilakukan dan semakin mendekati hati H
kami meningkatkan intensitas waktu latihan kami. Memang melelahkan namun karena
saya menikmatinya, rasa lelah itupun tak terasa bagi saya. Hari terus berlalu,
nyanyian kami pun semakin baik. Hampir kami lupa untuk kostum yang akan kami
gunakan untungnya ada teman kelompok saya yang mengingatkannya. Setelah latihan
kami pun membahasnya, setelah berdiskusi cukup lama kami memustuskan untuk
kostum yang digunakan kami memilih dua warna, yaitu hitam dan merah marun sebagai kombinasi warna
kostum kami.
Hari yang ditunggu pun tiba saatnya kami menampilkan
kelompok paduan suara kami. Suasana kelas saya sangat riuh kala itu. Semua
orang sibuk untuk mempersiapkan dirinya masing-masing. Ada yang sibuk merapikan
rambutnya, ada yang sibuk merapikan baju yang digunakan, ada juga yang sibuk
merias diri masing-masing serta ada pula yang sibuk menghafalkan lirik lagu
yang akan dinyanyikan nanti. Dan ternyata kelompok anak laki-laki tak kalah sibuk
dengan kami bahkan sepertinya lebih sibuk dari kami. Ketika kami sibuk dengan
mempersiapkan diri dan kelompok masing-masing, Pak Bacas memanggil perwakilan
masing-masing dari kelompok kami untuk mengambil nomor urutan penampilan kami.
Setelah semua siap kami melakukan latihan untuk terakhir kalinya dikelas kami. Kelompok
anak perempuan dapat giliran pertama sedangkan anak laki-laki duduk menunggu
dibangku masing-masing bergantian memperhatikan nyanyian kami. Sebelum mulai,
Indah memimpin briefing untuk kami. Ia memberitahu blocking dan sebagainya pada
kami. Setelah semua jelas latihan untuk terakhir kalipun kami lakukan dengan
disaksikan kelompok anak laki-laki. Setelah bergantian latihan kami pun
menunggu giliran untuk menampilkan paduan suara kami. Giliran pertama untuk
kelas saya adalah kelompok anak laki-laki. kami yang kelompok anak perempuan
menununggu diluar sambil mempersiapkan diri masing-masing untuk yang terakhir
sebelum penampilan kami. Mereka menampilkan padus yang tak kalah bagusnya
dengan kami. Saya sendiri merasa bangga ketika melihatnya. Dan akhirnya giliran
kelompok saya pun tiba. Perasaan saya saat itu bercampur aduk, ada gugup namun
juga senang tapi saya berusaha untuk tenang agar tidak melakukan kesalahan.
Karna kesalahan sekecil apapun pada anggota akan mempengaruhi nilai akhir
kelompok kami. Alunan gitar mulai terdengan kelompok saya pun siap bernyanyi.
Kami pun menyanyi dengan semaksimal mungkin, menunjukan hasil latihan dan kerja
keras kami selama ini. Hingga akhirnya lagu selesai dimainkan dan kami pun
bergantian keluar. Setelah semua kelompok menampilkan penampilannya, pengumuman
untuk nilai pun dibacakan. Hal ini lebih
menengangkan dari saat saya menyanyi tadi. Dan begitu mengejutkannya ketika
nilai kelompok kami dibacakan, Pak Bacas mengatakan bahwa nilai kelompok kamilah
yang paling mendekati sempurna. Beliau mengatakan menyukai serta memuji
penampilan kami. Begitu bahagianya saya mendengarnya, latihan selama ini, kerja
keras kami selama ini dan lelahnya kami selama ini terbayar sudah ketika
mendengar hasil yang memuaskan tersebut. Untuk ukuran padus amatiran seperti
kami, saya cukup bangga karena nyatanya paduan suara kami mampu menampilkan
yang terbaik bahkan hingga mendapat nilai terbaik. Kelompok kami tak lupa
mengucapkan terima kasih kepada Indah yang telah banyak membatu kami dan dengan
cukup sabar mengajarkan menyanyi pada kami terutama pada saya yang memang
benar-benar tidak tahu menahu mengenai menyanyi dan paduan suara ini. Ini
menjadi pengalaman baru lagi bagi saya dan merupakan pengalaman paling berkesan
untuk saya yang mungkin tidak dapat saya dapatkan lagi dibangku kuliah nanti.
Kebersamaan, tawa dan canda serta riuhnya bersama kalian akan menjadi kenangan
manis untuk saya. Terima kasih teman atas kenangan indahnya, saya akan tunggu
kenangan manis berikutnya.
Sumber Inspirasi :
Khalidah :)



















