KISAH 3 WANITA TANGGUH
Saya ingin menceritakan pengalaman waktu masa SMA. Sudah
menjadi kebiasaan bagi guru seni budaya saya untuk memberikan tugas kelompok
menjelang akhir semester. Namun, kali ini tugasnya agak sedikit berbeda. Beliau
meminta kami untuk menari tarian tradisional. Untuk tugas semester ini tarian
tradisional yang dipilih adalah tari Saman. Tarian tradisional yang merupakan
tarian khas dari Provinsi Aceh. Tarian tersebut biasanya ditarikan secara
berkelompok. Pembagian kelompok dilakukan oleh guru seni budaya saya, yaitu Pak
Bakas. Beliau membagi satu kelas saya menjadi tiga kelompok, yang kemudian
masing-masing berjumlah 11 orang. Saat pembagian kelompok tersebut saya mendapat
kelompok yang rata-ratanya adalah anak laki-laki. Dalam kelompok tersebut hanya
ada 3 anak perempuan, termasuk saya. Bisa dibayangkan bagaimana kami ketiga,
perempuan-perumpuan tangguh ini harus mengajarkan
7 orang laki-laki untuk bisa menari saman. Meskipun pada kenyataannya saya dan
2 teman perempuan saya juga belum dapat menarikan tarian tersebut. Namun, itu
tidak membuat kami takut ataupun khawatir. Itu bahkan menjadi tantangan
tersendiri bagi kami untuk dapat mengajari mereka bagaimana menarikan tarian
saman tersebut dengan baik meskipun tidak sebaik penari tradisional yang sudah
professional maupun yang telah mengikuti sanggar.
Beruntung, salah satu teman laki-laki yang sekelompok
dengan saya memiliki kemampuan yang cukup potensial dalam urusan kesenian tari
Saman ini. Namanya adalah Taufik. Dia bisa mempelajari tari saman dari youtube secara
otodidak bahkan hingga membuat kombinasi-kombinasi baru dari gerakan tarian
yang hanya ia lihat melalui youtube tersebut. Dia juga mengajarkan kami dengan sabar
serta tekun. Salah satu keunikan kelompok kami adalah memiliki strategi
tersendiri dalam menghafal gerakan tari Saman. Taufik akan belajar dan membuat variasi
gerakan tari Saman dengan menonton video-video dari youtube. Setelah itu, dia
akan mengajarkannya kepada kami, 3 perempuan tangguh (Khalidah, Iyya, dan saya
sendiri, Rani). Setelah kami berempat telah benar-benar menguasai gerakan tari
Saman tersebut, barulah kami mengajarkannya ke 7 anak laki-laki lainnya. Dalam mengajarkan
gerakan tersebut kami membuat suatu sistem pengajaran tersendiri. Dimana
masing-masing dari 3 perempuan akan mengajarkan 2 orang laki-laki. Untuk Taufik
hanya akan mengajarkan 1 orang lelaki saja, yaitu Nando. Khalidah mengajari
Gugun dan Vincent. Iyya mengajari Hilman dan Baber. Saya sendiri mengajari Alfian
dan Aria. Ini juga merupakan keunikan selanjutnya dari kelompok kami dan
memberi kesan tersendiri bagi kami terutama bagi saya yang bertindak sebagai yang
mengajari tarian tersebut untuk dapat bersabar dalam mengajari anak laki-laki
ini agar dapat menarikannya dengan baik tanpa terlihat kaku. Jujur ini agak
sulit untuk saya karena memang saya sendiri juga baru mempelajari hal ini.
Ditambah dengan harus berhadapan dengan anak lelaki yang kadang pun memiliki
kesulitan tersendiri dalam menghadapinya. Intinya adalah mengajari mereka
menari saman lebih sulit dibanding ketika saya harus memahami rumus fisika.
Untuk tugas ini waktu yang diberikan oleh guru saya
adalah sekitar 3 bulan hingga akhirnya kami harus mempresentasikan hasil tarian
kami. Kelompok saya sempat mengalami beberapa kendala dalam hal gerakan,
kekompakkan, serta kerja sama. Namun, kami dapat melewatinya. Tidak hanya
gerakan yang menjadi fokus utama kami. Kostum tarian yang akan dikenakan pun
tak luput dari pemikiran kami. Untuk kostum yang akan kami kenakan, kami
memilih 3 warna baju yang terdiri dari ungu, putih dan biru. Pemakaian baju
setiap anggota disesuaikan dengan posisi saat melakukan tarian. Ketika waktu
presentasi semakin dekat, kelompok saya semakin giat dalam latihan dan mengingat
serta mengkompakkan gerakan antara satu sama lain, hingga akhirnya hari
pementasan pun tiba. Awalnya guru kami mengatakan bahwa pementasan tarian akan
dilakukan di lapangan basket sekolah kami. Namun, karena mempertimbangkan
beberapa faktor, maka presentasi dilakukan di dalam kelas. Pengalaman
selanjutnya adalah ketika kami harus menggunakan kostum tarian Saman tersebut.
Karena hampir semua anggota kelompok saya adalah laki-laki maka kami yang
perempuan harus membantu mereka dalam menggunakan kostum tersebut. Bukan hal
yang mudah juga dalam menggunakan kostum tarian saman tersebut. Karena ternyata
kostum tersebut memiliki atribut pakaian yang cukup beragam dan agak sulit
untuk dipasangkan. Cukup banyak kejadian lucu yang saya ingat ketika saya
membantu teman laki-laki saya dalam menggunakan pakaian tersebut. Salah satunya
adalah ketika semua atribut sudah
terpasang, tiba-tiba kain songket salah satu teman laki-laki saya terlepas padahal
waktu untuk kami mempresentasikan tarian kami hampir tiba. Kejadian itu sungguh
diluar dugaan dan membuat anggota sekelompok saya benar-benar panik. Ada yang
membantu untuk menyematkan peniti ada yang membantu untuk memegangi kainnya dan
banyak lagi. Hingga jika diingat hampir semua anggota saya ikut andil dalam hal
tersebut padahal jika dipikir-pikir hanya satu orang yang kain songketnya
terlepas namun heboh satu kelompok. Terkadang ketika mengingatnya saya dan
teman saya yang lain menertawai kehebohan kami waktu itu.
Kami mempertunjukan tarian Saman selama kurang lebih
13 menit. Ada beberapa kendala yang terjadi saat perform, tetapi kelompok kami
tetap senang karena telah menyelesaikan tugas dengan latihan yang
sungguh-sungguh. Hal itu sungguh memiliki cerita tersendiri bagi saya. Bukan
hanya sekedar cerita melainkan juga mengajarkan saya banyak hal seperti saya
yang dituntut harus bersabar dalam melatih teman-teman saya yang lain, saya
juga dilatih konsentrasi selain itu juga dilatih untuk dapat menikmati tarian
tersebut agar gerakan yang dipertontonkan tidak terlihat kaku. Serta belajar
untuk bekerja sama sehingga menimbulkan gerakan tarian yang memiliki
keselarasan gerakan dan harmoni. Saya amat berterima kasih kepada kelompok
saman saya karena telah memberikan pengalaman baru untuk saya. Ini menjadi sebuah
kisah klasik yang tidak akan saya lupakan. Pengalaman masa SMA yang sangat
berkesan bagi saya. Terima kasih kawan atas kenangan manis mu. Aku tunggu
kenangan manis lainnya dimasa mendatang.
Sumber Inspirasi :
Khalidah & Iyya ;)
Sumber Inspirasi :
Khalidah & Iyya ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar