Minggu, 29 Oktober 2017

Do Re Mi Fa Sol La Si Do

The Sound of Us

Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman ditahun terakhir saya di SMA. Sudah menjadi hal yang biasa bagi sekolah saya  menuju akhir tahun, kami memiliki tugas akhir. Kali ini saya akan menceritakan menganai pengalaman saya dalam tugas akhir untuk mata pelajaran Seni Budaya. Hari itu hari Kamis, masih sangat membekas dimata saya kala Pak Bacas memberi tugas akhirnya pada kami. Kebetulan juga hari itu bertepatan dengan hari dimana beliau akan mengajar kelas kami. Namun, beliau yang kami tunggu tak kunjung datang. Akhirnya saya dan teman-teman menonton film dilaptop yang kebetulan teman saya bawa. Hal ini juga biasa kami lakukan jika ada guru yang tidak masuk atau jika memang jam kosong. Kami menyebutkan “bioskop ala kami”, memang tak senyaman ketika menonton bioskop di XXI atau 21. Tapi, kebersamaannya mampu mengalahkan nyamannya bioskop di XXI atau 21. Dipertengahan film yang kami sedang tonton beliau pun masuk dan langsung memberikan tugas pada kami. Beliau mengatakan untuk tugas akhir kali ini saya dan teman-teman yang lain harus membentuk kelompok paduan suara. Untuk kali ini beliau membagi kelas kami menjadi 2 kelompok. Kelompok anak laki-laki dan kelompok anak perempuan. Setelah memberikan tugas tersebut serta lagu apa yang harus kami nyanyikan beliau pun langsung keluar. Dan kami pun melanjutkan nonton film bersama kami kembali.

Keesokan harinya setelah jam pulang sekolah kelas kami berdiskusi mengenai tugas akhir yang beliau berikan kemarin. Beruntung ada Indah dikelas kami, Ia kebetulan mengikuti ekstra kulikuler paduan suara dan cukup mampu untuk membantu kami ketika latihan nanti. Hal yang pertama dilakukannya adalah membagi suara. Pembagian suara dalam paduan suara merupakan hal yang penting sehingga nyanyian yang akan dinyanyikan nanti memiliki keindahan harmoni dan melodi. Akhirnya, Ia dengan dibantu beberapa teman saya yang lain yang juga cukup mengerti mengenai paduan suara mulai menentukan pembagian suara yang tepat untuk kami. Untuk tugas kali ini Pak Bacas memberikan waktu hanya 2 bulan lebih cepat daripada tugas akhir kami disemester sebelumnya. Ini menjadi tantangan baru lagi untuk saya karena lagi-lagi saya tidak memiliki dasar menyanyi terlebih lagi paduan suara. Namun, tetap saya akan berusaha dan karena ini adalah tugas akhir saya dan teman-teman yang lain bertekad untuk dapat menampilkan yang terbaik.

Melihat jadwal praktikum dan tugas akhir lain yang mulai menumpuk serta jam pulang sekolah saya yang cukup sore, Indah memustuskan untuk latihan paduan suara hanya dilakukan dua kali dalam satu minggu. Ini agar kami juga dapat beristirahat dan tugas yang lain juga dapat dikerjakan dan tidak terbengkalai. Untuk lagu dan urusan yang lain saya dan kelompok menyerahkan semua pada Indah karena memang dia lebih paham dari pada kami dan kebetulan Ia juga ditunjuk sebagai ketua kelompok oleh Pak Bacas. Setelah lagu ditentukan kemudian pembagian suara juga sudah ditentukan kami pun melakukan latihan. Latihan pertama ternyata tak semudah yang saya banyangkan. Banyak kendala yang terjadi, seperti ada beberapa nada yang false ada juga beberapa lirik yang masih salah dan masih banyak lagi. Namun, saya tetap optimis mampu menampilkan terbaik. Tapi, ternyata kendala tak berhenti disitu sudah hampir dua minggu kami latihan ternyata ada dari kelas lain yang menyanyikan lagu yang sama dengan kami. Dan mau tidak mau kamipun harus mengganti lagu yang kami nyanyikan. Setelah seminggu kejadian tersebut Indah dan dibantu beberapa teman kelompok yang lain akhirnya menemukan lagu baru yang akan kami nyanyikan. Bahkan menurut saya lagu yang baru ini lebih bagus ketimbang lagu yang sebelumnya. Untuk konsep yang baru ini, Indah memustukan untuk menggabungkan beberapa lagu sekaligus atau biasa disebut medley. Akhirnya latihan pun kembali dilanjutkan. Kamipun makin makin semangat untuk latihan setelah mendapatkan konsep baru ini. Awalnya kelompok kami memutuskan untuk menyanyikan secara acapella namun, karena ada teman kelompok saya yang dapat memainkan gitar akhirnya kami memutuskan untuk menyanyi dengan diiringi gitar.

Latihan terus dilakukan dan semakin mendekati hati H kami meningkatkan intensitas waktu latihan kami. Memang melelahkan namun karena saya menikmatinya, rasa lelah itupun tak terasa bagi saya. Hari terus berlalu, nyanyian kami pun semakin baik. Hampir kami lupa untuk kostum yang akan kami gunakan untungnya ada teman kelompok saya yang mengingatkannya. Setelah latihan kami pun membahasnya, setelah berdiskusi cukup lama kami memustuskan untuk kostum yang digunakan kami memilih dua warna, yaitu  hitam dan merah marun sebagai kombinasi warna kostum kami.

Hari yang ditunggu pun tiba saatnya kami menampilkan kelompok paduan suara kami. Suasana kelas saya sangat riuh kala itu. Semua orang sibuk untuk mempersiapkan dirinya masing-masing. Ada yang sibuk merapikan rambutnya, ada yang sibuk merapikan baju yang digunakan, ada juga yang sibuk merias diri masing-masing serta ada pula yang sibuk menghafalkan lirik lagu yang akan dinyanyikan nanti. Dan ternyata kelompok anak laki-laki tak kalah sibuk dengan kami bahkan sepertinya lebih sibuk dari kami. Ketika kami sibuk dengan mempersiapkan diri dan kelompok masing-masing, Pak Bacas memanggil perwakilan masing-masing dari kelompok kami untuk mengambil nomor urutan penampilan kami. Setelah semua siap kami melakukan latihan untuk terakhir kalinya dikelas kami. Kelompok anak perempuan dapat giliran pertama sedangkan anak laki-laki duduk menunggu dibangku masing-masing bergantian memperhatikan nyanyian kami. Sebelum mulai, Indah memimpin briefing untuk kami. Ia memberitahu blocking dan sebagainya pada kami. Setelah semua jelas latihan untuk terakhir kalipun kami lakukan dengan disaksikan kelompok anak laki-laki. Setelah bergantian latihan kami pun menunggu giliran untuk menampilkan paduan suara kami. Giliran pertama untuk kelas saya adalah kelompok anak laki-laki. kami yang kelompok anak perempuan menununggu diluar sambil mempersiapkan diri masing-masing untuk yang terakhir sebelum penampilan kami. Mereka menampilkan padus yang tak kalah bagusnya dengan kami. Saya sendiri merasa bangga ketika melihatnya. Dan akhirnya giliran kelompok saya pun tiba. Perasaan saya saat itu bercampur aduk, ada gugup namun juga senang tapi saya berusaha untuk tenang agar tidak melakukan kesalahan. Karna kesalahan sekecil apapun pada anggota akan mempengaruhi nilai akhir kelompok kami. Alunan gitar mulai terdengan kelompok saya pun siap bernyanyi. Kami pun menyanyi dengan semaksimal mungkin, menunjukan hasil latihan dan kerja keras kami selama ini. Hingga akhirnya lagu selesai dimainkan dan kami pun bergantian keluar. Setelah semua kelompok menampilkan penampilannya, pengumuman untuk nilai pun dibacakan. Hal ini  lebih menengangkan dari saat saya menyanyi tadi. Dan begitu mengejutkannya ketika nilai kelompok kami dibacakan, Pak Bacas mengatakan bahwa nilai kelompok kamilah yang paling mendekati sempurna. Beliau mengatakan menyukai serta memuji penampilan kami. Begitu bahagianya saya mendengarnya, latihan selama ini, kerja keras kami selama ini dan lelahnya kami selama ini terbayar sudah ketika mendengar hasil yang memuaskan tersebut. Untuk ukuran padus amatiran seperti kami, saya cukup bangga karena nyatanya paduan suara kami mampu menampilkan yang terbaik bahkan hingga mendapat nilai terbaik. Kelompok kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Indah yang telah banyak membatu kami dan dengan cukup sabar mengajarkan menyanyi pada kami terutama pada saya yang memang benar-benar tidak tahu menahu mengenai menyanyi dan paduan suara ini. Ini menjadi pengalaman baru lagi bagi saya dan merupakan pengalaman paling berkesan untuk saya yang mungkin tidak dapat saya dapatkan lagi dibangku kuliah nanti. Kebersamaan, tawa dan canda serta riuhnya bersama kalian akan menjadi kenangan manis untuk saya. Terima kasih teman atas kenangan indahnya, saya akan tunggu kenangan manis berikutnya. 

Sumber Inspirasi :
Khalidah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar