Senin, 02 Januari 2017

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

  1. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) untuk diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

  1. Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai.

Pengertian cinta juga diungkapkan oleh Sarlito W. Sarwono bahwa cinta itu memiliki tiga unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang.
Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.

Jadi, cinta kasih apabila dirumuskan secara sederhana adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan, dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab.

  1. Manusia dan Cinta Kasih
Manusia dan cinta kasih tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Manusia membutuhkan cinta kasih karena dalam kehidupan sehari – hari cinta kasih memiliki peran yang cukup besar. Dapat dilihat dari cinta kasih Tuhan yang memberikan kita berbagai kelebihan yang masing – masing dimiliki oleh manusia tersebut. Cinta kasih kedua orang tua yang memberikan kita semangat baik dalam bentuk fisik maupun psikis.

            Cinta kasih membutuhkan manusia sebagai media atau objek untuk menyampaikan ataupun menerima perasaan tersebut secara nyata. Cinta kasih tersebut datang dari hati nurani manusia dengan perasaan yang tulus serta ikhlas. Dengan tersampainya cinta kasih diharapkan dapat terjalinnya tali persaudaraan yang tidak akan putus sehingga cinta kasih antar manusia dapat berjalan terus menerus.

  1. Macam – Macam Cinta Kasih
Cinta kasih sudah dimiliki oleh semua manusia sejak diciptakan di muka bumi ini. Cinta kasih memberikan suatu ikatan yang kuat antara si “pemberi” dan si “penerima”. Adapun macam – macam cinta kasih :

1.      Cinta Kasih antara Manusia dan Tuhan

Cinta kasih yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa saat pertama kali ruh ditiupkan kepada kita saat masih berada di dalam kandungan adalah salah satu cinta kasih yang diberikan Tuhan sehingga kita dapat menjalani hidup sekarang ini.

Di dalam Agama Islam, pada hari yang ke-120 ruh ditiupkan dan Allah SWT mengutus Malaikat untuk mencatatkan rejeki, waktu kematian, amal perbuatan, dan nasibnya celaka atau bahagia. Catatan 4 perkara ini sengaja dirahasiakan agar manusia tetap berusaha menjadi yang terbaik. Ini merupakan salah satu cinta kasih Allah SWT kepada umat muslim. Cinta kasih yang dapat diberikan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah dengan mengikuti semua perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

2.      Cinta Kasih antara Orang Tua dan Anak.

Cinta kasih yang diberikan oleh kedua orang tua yang tidak terhitung jumlahnya merupakan suatu hal yang tidak dapat dibeli ataupun dilupakan. Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.

Mengingat bahwa antara ayah dan anak - anaknya tidak  terjalin oleh ikatan - ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dan anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat  bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan,  kegembiraan, kekuatan, kebanggan , dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupannya.

3.      Cinta Kasih terhadap Diri Sendiri

Cinta kasih terhadap diri sendiri dapat memiliki sudut pandang positif dan negatif. Dari sudut pandang positif, cinta kasih terhadap diri sendiri merupakan suatu perbuatan yang dilakukan untuk mempertahankan diri, membela diri, mengembangkan diri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi.

Al –Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia  terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk  menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal - hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal - hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.

Dari sudut pandang negatif, cinta kasih terhadap diri sendiri merupakan suatu sifat yang egois. Hal ini dikarenakan kadang kala kita ingin mengembangkan diri kita tanpa dihalangi oleh sesuatu. Dapat diambil suatu contoh ketika seseorang yang memiliki lebih banyak ilmu dari pada temannya tidak ingin membagi ilmu tersebut karena dia ingin mengembangkan dirinya sendiri dan takut akan terhalangi atau dikalahkan oleh temannya tersebut. Hal ini merupakan salah satu contoh cinta kasih terhadap diri sendiri yang tidak baik dan lebih baik dihilangkan.

4.      Cinta Kasih antara Sesama Manusia

Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.

Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk sosial) dan sudah merupakan suatu kewajiban.

5.      Cinta Erotis

Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disisi lain cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan.

Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias yang berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

  1. Cara Mewujudkan Cinta Kasih

Untuk mewujudkan cinta kasih dalam kehidupan sehari - hari dapat dilakukan dengan :

1.      Cara Mewujudkan Cinta Kasih antara Manusia dan Tuhan

Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa serta menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.

2.      Cara Mewujudkan Cinta Kasih antara Orang Tua dan Anak

Dapat dilakukan dengan berterima kasih kepada kedua orang tua yang telah mengurus, membiayai, menjaga, mendidik, dan mendoakan kita selama ini sampai sekarang. Selalu menuruti perintah kedua orang tua dan tidak boleh durhaka kepada mereka.

3.      Cara Mewujudkan Cinta Kasih terhadap Diri Sendiri

Dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya secara wajar, yaitu dengan beribadah, belajar bela diri, mengikuti perkuliahan agar mendapatkan ilmu, dan lain - lain. Cinta kasih terhadap diri sendiri ini tidak boleh berlebihan agar tidak menjurus kepada hal yang tidak baik.

4.      Cara Mewujudkan Cinta Kasih antara Sesama Manusia

Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, gotong royong, kerja sosial, memberikan donasi, dan lain – lain.

5.      Cara Mewujudkan Cinta Erotis

Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta erotis seorang lelaki terhadap perempuan yang sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.






DAFTAR PUSTAKA







2 komentar: