Jumat, 06 Januari 2017

Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia dan Tanggung Jawab

  1. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) untuk diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

  1. Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab. Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Ketika masyarakat di beri beban untuk melaksanakan tanggung jawab seringkali beberapa dari mereka berusaha untuk menghindar atau tidak menginginkannya sama sekali. Ada pula yang dengan sigap dan percaya diri untuk menjalankan beban yang akan diberikan tersebut. Sebagai contoh adalah dalam kasus pemilihan ketua kelas. Kebanyakan para murid akan menunjuk teman mereka untuk dijadikan kandidat sebagai ketua kelas daripada menunjuk dirinya sendiri sebagai salah satu kandidat.

Kebanyakan dari kita menghindar untuk memikul beban tanggung jawab tersebut dengan berbagai alasan. Masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

  1. Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia dan tanggung jawab memiliki hubungan yang saling terkait. Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawabnya masing – masing dalam menjalankan roda kehidupannya. Manusia tidak dapat terpisah dari beban tanggung jawab tersebut yang identik dengan kewajiban. Bila seseorang melakukan suatu kewajiban maka dia akan menerima haknya atas kewajiban yang telah dia lakukan.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang telah melaksanakan kewajibannya dalam mengerjakan tugas akan menerima hak dari dosen yaitu suatu pembahasan atas tugas tersebut, pembetulan jika terdapat sesuatu yang kurang benar dan penilaian atas tugas tersebut. Dari contoh tersebut dapat dipahami bahwa tanggung jawab yang dibebankan kepada mahasiswa tersebut telah ia selesaikan dan menerima timbal balik yang sepadan atas apa yang telah ia kerjakan.

Tanggung jawab sangat berperan penting dalam proses kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus menerima tanggung jawab tersebut dengan senang hati dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Karena tanggung jawab tersebut akan sangat berdampak pada kehidupan yang akan datang.

  1. Jenis – Jenis Tanggung Jawab
1.      Tanggung Jawab terhadap Tuhan

Manusia ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana - sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.

Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang salah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam kehidupan sehari - hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak.

Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.

2.      Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri artinya adalah tanggung jawab yang diberikan oleh diri kita sendiri dan ditujukan untuk diri kita sendiri. Tanggung jawab tersebut dapat berupa mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi, mengendalikan perasaan, dalam memberikan pendapat pribadi. Apa yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.

3.      Tanggung Jawab terhadap Keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.

            Tanggung jawab dalam keluarga dapat dibagi – bagi sesuai peranan anggota keluarga. Misalnya, tanggung jawab Ayah adalah untuk mencari nafkah, memperbaiki peralatan rumah yang rusak, melindungi anggota keluarga, dan lain-lain. Ibu memiliki tanggung jawab untuk memasak, mengurus ayah dan anak – anak ketika hendak pergi kerja dan sekolah, mencuci, dan lain – lain. Tanggung jawab anak – anak adalah bersekolah dengan baik, membantu pekerjaan rumah seperti menyapu atau mengepel.

4.      Tanggung Jawab terhadap Masyarakat

Manusia saling mebutuhkan bantuan satu sama lain sehingga manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Tanggung jawab dalam masyarakat dapat berupa berinteraksi antar masyarakat yang satu dan yang lain, saling membantu bila ada yang membutuhkan, menjaga perasaan satu sama lain.

5.      Tanggung Jawab terhadap Bangsa atau Negara

Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.

  1. Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan keluarga, hal itu adalah mengabdi kepada keluarga. Manusia tidak ada dengan sendirinya, melainkan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan merupakan perwujudan tanggung jawab kepada Tuhan.

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

            Salah satu contoh seorang mahasiswa yang telah lulus memilih untuk mengabdi kepada masyarakat dengan suka rela mengajar di pedesaan tanpa imbalan sedikit pun. Pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah pengabdian terhadap masyarakat. Pengorbanan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah tanpa pamrih tidak digaji ketika mengajar di pedesaan.






DAFTAR PUSTAKA



https://yogiearieffadillah.wordpress.com/2013/06/04/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab/

http://akiranadhira.blogspot.co.id/2015/05/manusia-dan-tanggung-jawab.html


6 komentar: