Manusia dan Tanggung Jawab
- Pengertian Manusia
Manusia
adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan
makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir
secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak
dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau
buruk (negatif) untuk diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia
secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan
hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka
sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Pengertian
manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari
kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk
lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta,
sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang
individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi.
- Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung
jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung
segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa
indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala
sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah
makhluk yang bertanggung jawab. Disebut demikian karena manusia, selain merupakan
makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk Tuhan. Manusia
memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan
sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.
Ketika
masyarakat di beri beban untuk melaksanakan tanggung jawab seringkali beberapa
dari mereka berusaha untuk menghindar atau tidak menginginkannya sama sekali.
Ada pula yang dengan sigap dan percaya diri untuk menjalankan beban yang akan
diberikan tersebut. Sebagai contoh adalah dalam kasus pemilihan ketua kelas.
Kebanyakan para murid akan menunjuk teman mereka untuk dijadikan kandidat
sebagai ketua kelas daripada menunjuk dirinya sendiri sebagai salah satu
kandidat.
Kebanyakan
dari kita menghindar untuk memikul beban tanggung jawab tersebut dengan
berbagai alasan. Masih merasa sulit, merasa keberatan,
bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu
tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih
mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.
- Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia
dan tanggung jawab memiliki hubungan yang saling terkait. Setiap manusia pasti
memiliki tanggung jawabnya masing – masing dalam menjalankan roda kehidupannya.
Manusia tidak dapat terpisah dari beban tanggung jawab tersebut yang identik
dengan kewajiban. Bila seseorang melakukan suatu kewajiban maka dia akan
menerima haknya atas kewajiban yang telah dia lakukan.
Sebagai
contoh, seorang mahasiswa yang telah melaksanakan kewajibannya dalam
mengerjakan tugas akan menerima hak dari dosen yaitu suatu pembahasan atas
tugas tersebut, pembetulan jika terdapat sesuatu yang kurang benar dan
penilaian atas tugas tersebut. Dari contoh tersebut dapat dipahami bahwa
tanggung jawab yang dibebankan kepada mahasiswa tersebut telah ia selesaikan
dan menerima timbal balik yang sepadan atas apa yang telah ia kerjakan.
Tanggung
jawab sangat berperan penting dalam proses kehidupan manusia. Oleh karena itu,
kita sebagai manusia harus menerima tanggung jawab tersebut dengan senang hati
dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Karena tanggung jawab tersebut akan
sangat berdampak pada kehidupan yang akan datang.
- Jenis – Jenis Tanggung Jawab
1. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Manusia
ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai
ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana - sarana
pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam
sekitarnya.
Dalam
mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam
perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak.
Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang
salah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam
kehidupan sehari - hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan.
Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan
kelalaiannya itu diakhirat kelak.
Manusia
hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja
keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri,
penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia
menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan
kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya
(ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
2. Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri artinya adalah tanggung jawab yang diberikan oleh
diri kita sendiri dan ditujukan untuk diri kita sendiri. Tanggung jawab
tersebut dapat berupa mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi,
mengendalikan perasaan, dalam memberikan pendapat pribadi. Apa yang telah kita
lakukan harus menerima resikonya sendiri.
3. Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil.
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung
jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan
kesejaterahaan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Sebagai anggota
keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan
perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.
Tanggung
jawab dalam keluarga dapat dibagi – bagi sesuai peranan anggota keluarga.
Misalnya, tanggung jawab Ayah adalah untuk mencari nafkah, memperbaiki
peralatan rumah yang rusak, melindungi anggota keluarga, dan lain-lain. Ibu
memiliki tanggung jawab untuk memasak, mengurus ayah dan anak – anak ketika
hendak pergi kerja dan sekolah, mencuci, dan lain – lain. Tanggung jawab anak –
anak adalah bersekolah dengan baik, membantu pekerjaan rumah seperti menyapu
atau mengepel.
4. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Manusia
saling mebutuhkan bantuan satu sama lain sehingga manusia merupakan makhluk
sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Tanggung jawab dalam masyarakat dapat
berupa berinteraksi antar masyarakat yang satu dan yang lain, saling membantu
bila ada yang membutuhkan, menjaga perasaan satu sama lain.
5. Tanggung Jawab terhadap Bangsa atau
Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia,
tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak,
dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh negara.
Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah
maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat.
Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita sendiri dengan
prestasi-prestasi anak bangsa.
- Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa
pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik
untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran,
pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang,
norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian
itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras
sehari penuh untuk mencapai kebutuhan keluarga, hal itu adalah mengabdi kepada
keluarga. Manusia tidak ada dengan sendirinya, melainkan mahluk ciptaan Tuhan.
Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti
penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan merupakan perwujudan tanggung
jawab kepada Tuhan.
Pengorbanan
berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga
pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian
pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhlasan yang tidak mengandung
pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas
semata-mata.
Perbedaan
antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian
tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan sulit dikatakan pengabdian karena
kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata
pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran
dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara
ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja
diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan
pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa
pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan,
tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Salah
satu contoh seorang mahasiswa yang telah lulus memilih untuk mengabdi kepada
masyarakat dengan suka rela mengajar di pedesaan tanpa imbalan sedikit pun.
Pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah pengabdian terhadap
masyarakat. Pengorbanan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah tanpa
pamrih tidak digaji ketika mengajar di pedesaan.
DAFTAR PUSTAKA
Artikelnya sangat bermanfaat ka
BalasHapusTerimakasih postingannya sangat membantu
BalasHapusGood Posting gan
BalasHapusjadi nambah pengetahuan. thanks kak
BalasHapusamazing post sist
BalasHapuspostingannya mantab. mantab jiwa
BalasHapus