Manusia dan Pandangan Hidup
- Pengertian Manusia
Manusia
adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan
makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir
secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak
dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau
buruk (negatif) untuk diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia
secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena
bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain.
Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Pengertian
manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari
kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk
lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta,
sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang
individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi.
- Pengertian Pandangan Hidup
Menurut
Koentjaraningrat (1980) pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh
suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan
didalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap
hidup.
Menurut
Manuel Kaisiepo (1982), pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak
ada seorang pun yang hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya
berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra dari seseorang karena
pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya. Dan menurut Lenski dalam buku Ilmu
Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy Subandrijo (2000: 90) Pandangan hidup
merupakan bagian dari ideologi.
Secara
umum Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing
kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi
kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan
aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang
telah dirumuskan.
Pandangan
hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran,
sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang
mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua
golongan.
- Manusia dan
Pandangan Hidup
Setiap
orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang
paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang
berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya,
apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal
yang bersifat negatif.
Disinilah
peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan
pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini,
seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila
menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang
dihadapinya. Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila
sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang,
bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan
berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain :
1.
Kurangnya penghayatan pandangan
hidup yang diyakini.
2.
Kurangnya keyakinan pandangan
hidupnya.
3.
Kurang memahami nilai dan tuntutan
yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
4. Kurang mampu mengatasi keadaan
sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
5.
Sengaja melupakannya demi kebutuhan
diri sendiri.
Pandangan
hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hidup erat
sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup
manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan
sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan
hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang
pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan
berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid
(1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya
bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan
hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai
pendukung suatu organisasi disebut ideology. Pandangan hidup dapat menjadi
pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan
hidupnya menuju tujuan akhir.
Pandangan
hidup tersebut dapat digunakan dalam menjalani hidup. Pandangan hidup itu juga
bisa diimplementasikan sebagai hasil-hasil pemikiran manusia berdasarkan
pengalaman, fakta, dan sikap meyakini sesuatu yang diringkas sebagai pegangan,
pedoman, petunjuk atau arahan. Pandangan hidup dapat diklasifikasikan
berdasarkan asalnya yang terdiri dari 3 macam, yaitu:
1. Pandangan hidup yang berasal dari
agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa
Ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada
negara tersebut.
3.
Pandangan hidup hasil renungan,
yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup mempunyai 5
unsur-unsur, yaitu:
1. Cita-cita apa yang diinginkan yang
mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
2.
Kebajikan segala hal yang baik yang
membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tenteram.
3.
Usaha atau perjuangan adalah kerja
keras yang dilandasi keyakinan.
4.
Keyakinan atau kepercayaan,
merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.
5.
Etika.
Menurut
pendapat saya pandangan hidup seseorang menentukan bagaimana seseorang
menjalani hidupnya selama di dunia ini. Hal tersebut karena pandangan hidup
yang dimiliki seseorang jika tidak kuat atau kokoh dapat berubah atau berganti
jika dipengaruhi oleh pedoman – pedoman lain. Jika pedoman – pedoman tersebut
akan mengarahkan kita kepada hal – hal yang positif dan memberikan keuntungan
pada diri kita sendiri pula. Tetapi, di dunia ini ada juga pedoman – pedoman yang
tidak baik atau tidak sesuai kaidah yang ada. Dengan adanya hal tersebut pula
manusia dapat terjerumus kedalam hal – hal yang negatif dan dapat merugikan
diri sendiri maupun orang – orang yang ada disekelilingnya.
Akal dan
budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia
itu. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan
makhluk lain. Satu diantara keunggulan manusia tersebut adalah pandangan hidup.
Disatu pihak manusia menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Pandangan
hidup berupa suatu penggaris yang mungkin dapat dinyatakan dengan kata-kata
sebagai rumusan juga dapat dikatakan rumusan: Orang yang sulit menyusun
perasaan, pikiran dan kejiwaan. Juga karena ia sendiri menyadari bahwa mungkin
ia dapat berbuat/ bertindak yang melanggar prinsip-prinsip yang dikatakan. Dan
khawatir kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari
anak-anak .
DAFTAR PUSTAKA
Sangat membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapusjadi nambah pengetahuan. thanks kak
BalasHapus