Rabu, 04 Januari 2017

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Penderitaan

Manusia dan Penderitaan

  1. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) untuk diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

  1. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal  dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda – beda. Manusia dikatakan menderita apabila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.

Penderitaan tidak dapat dipisahkan ataupun dihilangkan dari kehidupan manusia. Karena penderitaan tersebut dapat memberikan dampak positif maupun dampak negatif kepada subjek yang mengalami hal tersebut. Beberapa dari kita yang merasakan tekanan dari penderitaan dapat melakukan hal – hal yang tidak terduga yang menjerumus kepada hal – hal yang negatif.  

Dalam beberapa kasus penderitaan justru memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi beberapa orang agar menjadi lebih baik lagi. Hal tersebut juga dapat menjadi titik awal dari sebuah perjuangan hidup yang baru. Ini merupakan dampak penderitaan seseorang yang berujung kepada hal yang positif dan patut untuk ditiru.

Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari Tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.

Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun, peranan individu juga menentukan berat - tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.

  1. Manusia dan Penderitaan
Penderitaan merupakan salah satu pengalaman hidup yang pasti pernah dirasakan oleh setiap manusia di muka bumi ini. Penderitaan bisa dikatakan adalah suatu catatan hidup seseorang yang dapat merubah pandangan hidup seseorang. Penderitaan dapat memberikan rasa sakit yang sangat berbekas di hati seseorang yang dalam beberapa kasus perasaan sakit tersebut tidak bisa kita tahan lagi.

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa penderitaan tidak akan bisa terlepas dari kisah hidup seseorang selama dia masih bernafas di dunia ini. Penderitaan yang dirasakan masing – masing manusia pasti tidak ada yang sama. Karena setiap manusia memiliki masalah yang bermacam – macam dan tingkatan kekuatan dalam menghadapi penderitaan tersebut secara berbeda – beda.

Kita dapat mengatakan bahwa orang tersebut sangat kuat dalam menghadapi penderitaan di dalam hidupnya. Namun, kita tidak tahu apakah dia benar – benar kuat dalam menghadapi masalahnya itu. Dari luar dia mungkin tampak semangat saja dan tidak terlihat seperti sedang menghadapi suatu masalah. Namun, di dalam dirinya kita tidak tahu bagaiman perasaan sesungguhnya yang dirasakan olehnya.

Penderitaan yang dialami manusia dapat merubah sifat, sikap, karakter, dan tujuan hidup seseorang. Jika menjurus kepada hal – hal yang positif tidak apa – apa. Namun, penderitaan dapat mengakibatkan efek negatif pada seseorang. Bahkan bisa menimbulkan rasa benci, dendam, dan amarah yang bisa merusak kehidupan manusia. Ini merupakan salah satu dampak yang diakibatkan oleh penderitaan bagi kehidupan manusia.    

  1. Penyebab Munculnya Penderitaan

1.      Penderitaan yang Muncul Karena Perbuatan Buruk Manusia

Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul karena adanya ketidakserasian atau ketidakharmonisan antara suatu individu dengan individu lain, individu dengan golongan atau kelompok, dan individu dengan masyarakat luas. Ketidakharmonisan antara suatu individu dengan individu yang lain dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang sering terjadi atau terlihat adalah faktor yang disebabkan oleh masalah sakit hati.

Sebagai contoh, ada seseorang yang sering menjelekkan atau membicarakan keburukan temannya. Ia merasa bahwa kejelekkan dan keburukan temannya tersebut tidak apa – apa jika dibicarakan di depan umum. Hal ini bisa menjadi dasar dari penderitaan yang dirasakan oleh temannya dan yang lebih buruknya lagi hal ini bisa menumbuhkan amarah, rasa benci, dan dendam kepada orang yang menjelekkannya tersebut. Jika penderitaan tersebut semakin dalam dan semakin menyakiti hatinya, maka ia bisa gelap mata dan melakukan hal – hal yang tidak seharusnya ia lakukan.

Ketidakharmonisan antara individu dengan golongan atau kelompok dapat kita lihat di kehidupan sehari – hari. Sebagai contoh, beberapa mahasiswa diberikan tugas oleh dosen mereka untuk mengerjakan tugas akhir dengan kelompok yang sudah diberikan. Satu kelompok terdiri dari empat mahasiswa. Saat proses mengerjakan tugas tersebut, salah satu dari anggota kelompok Anggrek tidak pernah hadir dan tidak pernah memberikan kabar kepada anggota kelompok yang lain dan jika diminta untuk hadir ia hanya memberikan janji – janjinya saja.

Hal ini dapat memberikan penderitaan bagi anggota kelompok yang lain. Mereka bisa saja merasa jengkel dan ketidakadilan bagi mereka yang sudah mengerjakan tugas. Penderitaan semacam ini dapat menyebabkan anggota kelompok yang lain tidak akan memasukkan nama anggota yang tidak pernah hadir itu sebagai konsekuensinya.

Kadang kala kita sebagai seorang individu lebih memilih kepentingan kita sendiri dibandingkan dengan kepentingan orang lain atau masyarakat luas. Hal ini bisa menjadi penyebab ketidakharmonisan antara individu dengan masyarakat luas. Dapat diambil contoh adalah pengguna sepeda motor yang ugal – ugalan. Mereka tidak memikirkan keselamatan bersama di jalan raya dan hanya memperdulikan laju motor mereka.

Hal ini dapat memberikan dampak yang menimbulkan penderitaan bagi masyarakat luas. Bisa berdampak kepada pengguna jalan yang lain, pejalan kaki, atau pun penjual kaki lima. Oleh karena itu, sebaiknya kita lebih berhati – hati dalam bersikap dan bertingkah laku dalam segala keadaan agar tidak memberikan penderitaan bagi orang lain dan menjaga keharmonisan antara yang satu dengan yang lainnya.

2.      Penderitaan yang Muncul Karena Penyakit atau Siksaan

Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan atau azab Tuhan. Namun, kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat dilihat dari kisah berikut. Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata, tetapi hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.







DAFTAR PUSTAKA





2 komentar: